catatan angin sepoi 6

Melanesia adalah pembentukan konsep dari era terdahulu, yang masih tercatat di id.wikipedia/melanesia. Sedangkan Austronesia adalah keluarga bahasa yang persebarannya yang luas. Bahwa kajian purbakala masih sangat terbuka jika belum memecahkan misteri banjir Nuh 6000 SM. Konon, bahan material terbuat dari kayu jati purba yang hingga kini banyak terdapat di pulau Jawa. Jika ini benar terjadi maka semua teori menjadi kacau. Artinya tak ada keterkaitan antara sebelum dan sesudahnya. Dan situs gunung Padang adalah contoh peninggalan kaum nabi Nuh as yang ditenggelamkan. Merujuk pada alur cerita ini maka banjir tersebut cenderung terjadi secara global dan perahunya berlabuh di gunung Judi. Terjadi persebaran umat manusia dari situ.

Catatan saya adalah apa yang saya tuliskan bukan bentuk pemikiran pribadi. Jangan ada istilah mikiran langit, ini hanya bentuk ikhtiar dari apa yang saya baca dan mencermatinya. Kaitannya adalah perhatian budaya Sunda dan Jawa dan pembentukan morfologi yang telah terjadi ribuan tahun.

Sunda, Jawa, dan Melayu berasal dari akar budaya yang sama pada dahulu kala. Dan bahasa Indonesia merujuk pada basa Melayu. Sebagai contoh dari sudut pandang saya, sempurna dalam teks bahasa Indonesia ada kaitannya dengan sampura dalam teks basa Sunda. Sampurna tersusun dari sampura-na, arti yang signifikan adalah sampai ke suatu tempat/nirwana (konsep hidup setelah mati) atau mencapai sasaran/bidikan dalam berburu.

 

catatan angin sepoi 5

Penelusuran arti kata Sunda. Morfem sunda adalah metamorf dalam perjalanan waktu di pulau Jawa. Ada morf yang signifikan, yaitu ingsun dan undakan. Artinya saya naik ke puncak gunung memuja bersembahyang kepada Tuhan. Masyarakat Sunda dahulu umumnya berorientasi ke puncak gunung dahulu kemudian menyusuri hingga ke laut. Sebagai tanda adalah situs gunung Padang per 4700 SM. Pertanyaannya adalah apakah morfologi sama antara dahulu dan sekarang. Dahulu mana dengan Jawa. Morfem jawa lebih dekat dengan jiwo, kemudian menjadi jowo.

Arti kata sampura sun adalah saya menghampiri dan rampes adalah berpasangan. Pertanyaannya sejak kapan digunakan dan kapan peralihan menjadi punten dan mangga. Sampura bermetamorf menjadi sampeur, nyampeur, nyampeuran, menghampiri, sindir sampir. Sun lebih cocok dengan ingsun. Rampes bermetamorf menjadi rampasan dalam arti berpasangan antara tamu dan tuan rumah dalam bahasa Sunda. Rampasan dalam bahasa Melayu adalah rebutan.

Saya menempatkan diri sebagai seorang muslim. Perlu pemahaman dari kalangan agama seperti habib Riziek untuk mengidentikkan simbol etnik dan morfologinya. Memang saya akui konsep agama dan konsep sosial monokultur etnik terdapat ada yang tidak sejalan dengan dalih tradisi budaya. Saya melihat dengan jelas di televisi perbuatan musrik dari sekelompok orang yang berkunjung ke gunung Padang dengan membawa simbol seorang muslim. Opsinya adalah apakah mereka sengaja atau tidak tahu. Maka memberikan pengertian kepada mereka adalah hal yang sangat baik agar mengetahui batas. Dan memecahkan simbol-simbol morfem.

Sebagai contoh simbol morfem klasik. Ratna dumelah nu mepet sanghiyang ka lampet, meneng-meneng ku si pada meneng, masing iya masing kedep, ratuning manusa kabeh. Terdeteksi bahasa Sunda tetapi tidak dapat diterjemahkan g-translat. Perkiraan dari era Pajajaran dan sudah beredar sebelumnya. Ada nilai yang tinggi dalam kalimat tersebut tentang ketuhanan sebelum era Islam dan kalimat tidak dirubah tetapi ditambahkan kalimat tauhid semasa Sunan Gunung Jati.

Era Islam yang signifikan adalah semasa Syekh Quro pada 1418 M dan Sunan Gunung Jati, dikatakan semua wilayah tatar Sunda memeluk Islam atas jasa Sunan Gunung Jati. Kemudian era kesultanan Cirebon dan Banten, kerajaan Sumedang Larang, dan daerah Karawang.

catatan angin sepoi 4

Hidup adalah status dan perubahan status. Seperti hidupnya seekor ulat, bermula dari telur, menetas menjadi ulat, menjadi kepongpong, menjadi kupu-kupu dan berkembang biak, hingga tunailah tugas mulianya.

Kalimat tersebut mungkin bentuk pengamatan seseorang sejak masa lampau sebelum adanya agama resmi era purbakala. Dalam sastra Sunda pengamatan tersebut dinyatakan ageman. Menarik dugaan bahwa ageman dalam sastra Sunda bermetamorfosa menjadi agama dalam bahasa Indonesia. Sedangkan morfem ageman tersebut setara dengan kajian ilmiah yang menyatakan proses metamorfosis.

Agama menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan(kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia dengan lingkungannya. Dalam hal ini adalah fixed frice yang sah.

Agama dalam bahasa Arab adalah ad-din, dan dalam bahasa Inggris adalah religion.

Kajian menarik tentang agama karena status negara Indonesia berkonstitusi pada UUD 45. Ada yang salah mentafsirkan atau menterjemahkan sehingga terbentuknya Gafatar. Gubernur Jawa Tengah menyatakan bahwa soal negara adalah persatuan sedangkan soal agama adalah ajaran masing-masing.

Serangan Jakarta 2016 adalah bentuk kekeliruan dalam pemahaman agama. Ibunda pelaku teror meminta maaf kepada presiden atas anaknya, menyatakan membesarkan anak dengan baik tetapi perbuatannya begitu. Saya melihat ada yang tidak beres, menyembunyikan sesuatu dan lebih mendengar orang lain daripada ibunya.

Hukum di Indonesia merujuk pada agama dalam hal perkawinan, dan pada hukum adat di wilayah tertentu seperti suku anak dalam, Baduy dan lain-lain. Dan perkara ekonomi sangat kentara dengan ideologi. Pancasila adalah bagian dari piagam pada konstitusi, jadi kedudukannya jelas dalam negara.

Hal ini adalah pembentukan konsep negara oleh pendiri negara.

Sedangkan konsep agama bisa jadi berbeda. Begitu juga konsep ilmiah yang bicara tentang manusia purba jutaan tahun, sangat bertentangan dengan konsep agama Islam.

Jadi ini adalah bagaimana cara kita berpikir. Bagaimana cara melihat kita. Saya memperkirakan benang merah antara masa lampau dengan kekinian terutama bentuk metamorfosa dari morfem.

catatan angin sepoi 3

Linguistik adalah kajian ilmiah tentang bahasa. Linguistik seringkali digolongkan ke dalam ilmu kognitif, psikologi, dan sosial (dari antropologi dialihkan ke sosial).

Sudah dijelaskan tentang antropologi, yaitu mulanya terbentuk cabang ilmu itu tetapi tidak signifikan, kecuali bagi kepolisian, ahli forensik, pengamat sosiologi, dan sebagainya.

Morfologi adalah ilmu linguistik yang mengkaji tentang pembentukan kata atau morfem-morfem dalam satuan bahasa. Dalam hal ini adalah morfologi linguistik.

Morfem adalah satua kata terkecil yang bermakna, strukturnya adalah kata, morfem, alomorf, morf.

Sintaksis adalah aturan bersama dalam penggunaan suatu satuan bahasa.

Gramatikal nama lain dari tata bahasa, adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah yang mengatur penggunaan bahasa. Tata bahasa dari bahasa Indonesia telah diatur dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada 28 0ktober 1988.

Bahasa adalah cara seseorang bertutur kata kepada orang lain, biasanya menggunakan jenis satuan bahasa yang digunakan.

Kata adalah satuan unit dalam bahasa yang mengandung arti atau satuan simbol saja. Misal, Desi Ratna Sari maka tersusun 3 kata, Desi Ratnasari maka tersusun 2 kata.

Suku kata adalah unit pembentuk kata yang tersusun dari fonem tunggal. Kata tersusun dari fonem ka dan fonem ta.

Kosakata adalah kata diperkosa. Bicara panjang lebar tetapi tidak dimengerti orang, teu kaharti.

Perkembangannya dari aksara Kawi diperbaharui menurut ejaan yang umum digunakan pada era kerajaan menjadi ejaan lokal.

A e i o u ba ca da ga ha ja ka la ma na pa ra sa ta wa ya fa qa va xa za tsa kha dza sya sha dha gha

Pengamatan terhadap kerajaan tidak bisa berdiri tunggal. Ada semacam persekutuan di masa Sriwijaya. Kaitannya penelusuran bahasa Melayu. Maka pembagian kurun waktu adalah pra kerajaan 250 SM-350 M, era Tarumanagara 350-670 M, era Sriwijaya 670-1000 M. era peralihan 1000-1300 M, era Majapahit 1300-1500 M. era kesultanan 1500-1800 M, era Hindia Belanda dimulai dari 1800 M.

Bahasa Indonesia adalah perjalanan panjang yang mengadopsi bahasa Melayu. Melihat perkembangan bahasa Melayu pada awalnya adalah proto Melayu, yang sebelumnya adalah bahasa-bahasa etnik rumpun bahasa Austronesia yang terbentuk ribuan tahun.

 

 

catatan angin sepoi 2

Holosen berlangsung sekitar 9560 hingga 9300 SM. Tertulis di internet sebagai munculnya era manusia modern. Periode jaman es yang berjalan hingga es mencair sehingga naiknya permukaan laut. Terbentuk kepulauan Nusantara.

10.000 SM, perkiraan kehidupan awal manusia di jaman es, mulai mengenal cara-cara pertanian.

9.000 SM, kehidupan mulai beralih dari berburu dan pengumpul makanan menjadi masyarakat agraris yang menetap di satu wilayah, mulai mengembangkan peternakan hingga 7.000 SM.

Catatan selanjutnya sebagai perbandingan dengan situs purbakala Gunung Padang, sementara danau purba Bandung juga bagian situs purbakala geologi yaitu proses mengeringnya danau tersebut dari 10.000 SM hingga 1.000 SM.

Umur dari lapisan terdalam sekitar 14.500 SM

Umur dari pasir pengisi rongga sekitar 11.600 SM

Umur dari lapisan tanah urug kedalaman 4 m sekitar 7.800 SM

Umur dari lapisan kerikil kedalaman 3 m sekitar 4.700 SM

Umur dari lapisan tanah dekat permukaan sekitar 600 SM.

Tahun perkiraan situs Gunung Padang diperkirakan peninggalan tahun 4.700 SM berupa punden berundak. Sebelum tahun itu adalah situs peninggalan purbakala 10.000 SM atau 13.000 SM.

Penelitian dilakukan pada mulanya untuk kajian bencana. Menurutku bagaimana jika proses tertumpahnya air danau purba itu sebagai peristiwa bencana. Sebagai contoh bentuk sungai Citarum antara gunung Salacau dan desa Babakan Cipatik terlihat bagaikan sungai raksasa dengan tebing tinggi dan curam, dan sungai yang lebar. Seperti hasil dari dorongan arus raksasa sehingga habis air danau seketika itu.

Arkeologi adalah salah satu cara sebuah bangsa meneguhkan jati dirinya. Peneliti Stephen Oppenheimer menuliskan bahwa peradaban Indonesaia sudah sangat maju sejak 10.000 SM. 10.000 SM setara dengan jaman anak cucu nabi Adam as dimana keadaan Jawa, Sumatra, Kalimantan dan dataran Asia satu hamparan.

Piramida pertama yang dibangun di Mesir adalah piramida Djoser yang diperkirakan dibangun pada tahun 2650 SM. Piramida Giza adalah piramida utama dan terbesar yang diperkirakan dibangun pada tahun 2560 SM. Dan Sphinx agung Giza diperkirakan gambaran dari Ratu Hetephere 2, dari dinasti ke-4 yang berlangsung pada 2723-2563 SM.

Kemudian “Menyusuri Jejak Leluhur Manusia Indonesia” dan “sundaland” sebagai kata kunci.

Paleolitikum adalah jaman batu tua di Indonesia diyakini sudah ada sejak awal dengan konsep Sundaland, Wallacea, dan Sahulland dengan peradaban berburu dan berpindah-pindah hingga 5000 SM.

Mesolitikum adalah jaman batu madya di Indonesia diyakini pada kisaran antara 5000-3850 SM dengan tanda peralihan peradaban dari berburu menjadi menetap dan bercocok tanam.

Neolitikum adalah jaman batu muda dengan peradaban lebih maju hingga penemuan logam dan aksara. Dimungkinkan mengembangkan pelayaran laut, melakukan kontak dengan India dan Cina, dan mengenal aksara brahmi.

Kehidupan pada awal Masehi di Indonesia adalah era sejarah yang signifikan yang diketahui dari sumber tulisan.

Purbakala klasik adalah perhatian khusus karena sebab. Sebagai pangkalnya manusia saat ini dan juga pangkalnya bahasa dan sistem religi sebagai ciri manusia berbudaya dan beradab. Dalam konteks sekarang tentu merujuk lembaga agama.

Bahwa teori migrasi manusia di Indonesia adalah kelompok Papua sudah ada di Asa Tenggara sejak 70000 SM dari Afrika. Kedatangan kelompok Austro Asiatik sekitar 44000 SM melalui jalur Asia Tenggara dan Sumatra. Kedatangan kelompok Austronesia sekitar 5000 SM melalui jalur laut arah timur. Yang terjadi di Indonesia adalah percampuran gen antara kelompok Papua, Austro Asiatik, dan Austronesia.

Kemudian tulisan tentang “Mu (lost continent) pada en.wikipedia” perlu diperhatikan, tetapi belum menjadi ketetapan ilmiah.

 

catatan angin sepoi 1

Bahasa adalah kemampuan untuk memperoleh dan menggunakan sistem yang kompleks dari komunikasi pada manusia, berupa tutur kata dan aksara, dan simbol-simbol lain seperti sandi dan isyarat, rambu-rambu, dan media pendukung lainnya seperti pos, surat elektronik, rekaman suara dan gambar visual multimedia seperti lagu, film dan lain-lain, dan  kumpulan logis yang kompleks dalam permainan catur mungkin termasuk bahasa logika.

Dalam konsep umum bahasa adalah kemampuan kognitif, kemampuan memecahkan simbol apa yang didengar dengan seketika dan kemampuan menuturkan kata kepada lawan bicara sehingga terjalin komunikasi tanpa benturan nilai. Maka kaidah teks bahasa Indonesia menjadi penting karena plural.

Pengembangan sistem bahasa yang tepat dan sistem komunikasi secara signifikan, dalam arti benar, jelas dan tepat. Bahasa berkembang menjadi kajian ilmu dan juga mencakup etnik, nasional, dan internasional. Dan sangat kentara dengan sejarah bila menelusuri pembentukan bahasa. Prakiraan cuaca menyatakan bahwa suatu hari nanti bahasa etnik akan pudar digantikan bahasa modern, dan cara-cara tradisional digantikan cara modern.

Suatu hari pernah mengutip berakhirnya jaman es, berdasarkan kajian geologi dimana Sumatra, Kalimantan dan Jawa terhubung dengan kontinen Asia. Hipotesanya adalah etnik tersebut dahulunya satu kawasan dan terpisah karena naiknya permukaan laut. Untuk sementara belum terbukti kebenarannya, tetapi ilmuwan bersepakat bahwa permukaan laut pada saat itu adalah lebih dari 100 m dibawah permukaan laut sekarang.

Mengukur periode sejarah. Periode jaman es. 6000 SM adalah era nabi Nuh as, dengan masa hidup mencapai 1000 tahun. Mengutip dari teknologi.news.viva menuliskan, peneliti arkeologi menelusuri laut kaspia dengan menggunakan robot dengan pengendali jarak jauh untuk mencari jejak nabi Nuh as. Pada 12.000 tahun dunia terselimuti es. Kemudian gletser mencair pada saat temperatur Bumi semakin menghangat pada 5600 SM, ini yang menjadi sebab terjadinya  banjir besar di jaman nabi Nuh as. 2000 SM adalah era nabi Ibrahim as, 1500 SM adalah era nabi Musa as, dan 1000 SM adalah era nabi Sulaiman as.

Kisah bahtera Nuh as sangat populer bagi pelaut Indonesia, dan penulisan fase waktu adalah untuk mengukur persebaran penutur austronesia yang luas itu dan kaitannya dengan penggunaan perahu. Karena target tulisan ini adalah suku Melayu maka saya berupaya mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan itu.

Menurut pakar genetika menyatakan bahwa usaha membagi manusia dalam kelompok ras adalah usaha sia-sia. Kemudian meninjau ulang tentang pengertian ras di masa lampau. Eropa yang menjalin hubungan dengan bangsa lain di dunia mendapati perbedaan yang serius dari jasmani, bahasa dan adat kebiasaan yang beragam. Terlebih lahirnya teori evolusi darwin maka kelakuannya semakin meradang, terjadi perbudakan hingga terjadi perang dunia 2. Dan periode itu juga melahirkan cabang ilmu-ilmu termasuk antropologi dan rumpun bahasa.

Saat ini para ilmuwan merumuskan kembali dengan menyebut kelompok etnik pada kelompok yang mengidentifikasikan dirinya berdasarkan kepercayaan mereka mengenai budaya dan sejarah bersama. Ungkapan ras manusia lahir dari konsep sosial dan bukan dari konsep ilmiah. Lihat antropologi di wikipedia, antropologi lahir karena penjelajahan dunia. Mereka mencatat semua hal yang didapati dan mendeskripsikan bangsa-bangsa di dunia. Kemudian menjadi perhatian kaum pelajar dan menjadi kajian ilmiah, termasuk kajian rumpun bahasa. Saya kira bahasan pada kajian rumpun bahasa sudah usang, tak usah ditanggapi lagi. Teori melayu proto dan melayu deutro tidak diakui oleh arkeolog.

Penelusuran suku melayu tertuju pada semenanjung Malaka dan Sumatra. Apa kaitannya dan bagaimana hubungannya. Secara umum di Sumatra terdapat kelompok etnik Aceh, Batak, Minang, dan Melayu. Yang menjadi rancu adalah penyebaran yang sangat luas hingga mencapai vietnam dan tidak menjelaskan riwayatnya. Melayu di Malaysia diketahui bahwa melayu dipopulerkan sebagai identitas dirinya oleh kesultanan Malaka, sebelum kedatangan Portugis. Kemudian para sejarawan bersepakat bahwa semenanjung Malaka identik sebagai wilayah masyarakat Melayu. Kesimpulannya adalah dua masyarakat mempunyai identitas nama yang sama dan bahasa yang sama, dalam arti mengalami pemudaran dan penyerapan atau migrasi dari Sumatra ke semenanjung Malaka dan sebaliknya dan proses migrasi yang berkesinambungan dalam rentang waktu yang panjang. Dan penggunaan nama melayu sangat rancu dimasa kolonial.

Melayu di Indonesia, Riau diduga telah dihuni sejak pleistosen akhir setelah penemuan alat-alat di aliran sungai Sengingi di Kuantan Sengingi, Riau sebagai tanda arkeologi. Mengungkapkan riwayat kerajaan Melayu, mengidentitaskan dirinya orang Melayu dan mengembangkan bahasa Melayu. Keberadaan Sriwijaya bertanggung jawab atas pengembangan bahasa Melayu dan juga ekspansi wilayah sehingga tersebarnya orang Melayu di semenanjung Malaka, Thailan, Vetnam, dan Kalimantan.

Kepentingan saya adalah mengidentikkan suku Melayu, pembentukan bahasa, dan perbandingan bahasa antar etnik, dan bahasa Indonesia itu sendiri.

Arti negara menurut pembentukan bahasa. Saya menduga bahwa kata negara diambil dari tarumanagara, kata nagara diserap dan diidentikkan sebagai state di masa lampau. Pengertian secara signifikan adalah air danau purba yang tarum pada 2000-1000 SM, membentuk aliran sungai citarum hingga bermuara ke laut. Tarumanagara adalah taruma=tarum, na=ke, gara=laut. Dan artikulasi tarumanagara sepadan dengan nama bebel pada pelabuhan Bebel, Pekalongan. Dan letak posisi di Karawang setara dengan letak posisi pelabuhan Sunda Kelapa, yaitu hilir sungai dan muara laut. Tradisi Jawa juga hingga saat ini menyebut negoro dalam kalimat “negoro de e”, padahal saya mengingat kata segoro yang pada waktu itu kami berada di tengah laut. Sagara dan segoro adalah sama dan identik. Negoro dalam kaidah bahasa Jawa, ne menunjukkan disana dan disini, sedangkan na menunjukkan ke tempat. Ini hanya dugaan saja, tetapi saya menaruh curiga pada kedekatan nama yaitu segara atau laut.

Untuk merekonstruksikan bahasa Melayu tentu merujuk pada bahasa sanskerta, yang diduga sebagai rujukan dari bahasa-bahasa etnik pra Sriwijaya. Hipotesanya adalah telah terjadi pemudaran dan serapan pada kata “laut”. Laut adalah kata kunci, dan pelayaran laut adalah aktivitas signifikan ribuan tahun.

Bahasa sanskerta adalah bahasa klasik India, bahasa ini muncul sebagai bahasa weda, terkandung dalam regveda bertarikh 1700 SM, adalah sebuah turunan dekat bahasa Proto Indo Iran. Cerita terkait dengan ini adalah kisah Ramayana. Sri Rama diidentikkan berasal dari lembah Indus melakukan ekspansi ke India pada 1700 SM. Sedangkan kisah Mahabrata pada 500 SM.

Aksara Brahmi menjadi kunci perkembangan modern sejak 300 SM mencakup India, Asia tenggara, Asia timur, dan Nusantara.

Aksara Pallawa adalah pengembangan dari aksara Brahmi, digunakan pada masa Tarumanagara dan Kutai.

Aksara Kawi adalah pengembangan dari aksara Pallawa, digunakan setelah masa Tarumanagara dan Kutai, periode kerajaan di Nusantara.

Periode kesultanan dengan aksara Arab.

Periode kolonial dengan Alfabet.

Era modern RI adalah bahasa baku dan ejaan yang disempurnakan.

Dari penyusunan tulisan ini tercium aroma pelayaran laut pra kerajaan sehingga menghasilkan bahasa Ausro sebelum penggunaan bahasa Melayu yang digunakan para pelaut sebagai alat interaksi dan penggunaannya dicirikan banyak kesamaan kata dan merata di pelosok Nusantara. Betapa tidak, kekayaan laut berupa ikan yang melimpah tentu sangat menggoda dan ekosistem laut masih terpelihara. Dengan perahu sampan bercadik dengan layar sebelum era perahu pinisi. Setidaknya terjadi perkawinan penduduk antar pulau-pulau kecil, sedangkan era perdagangan belum terjadi.

 

 

 

 

 

Asal Mula Padi

Pohon padi sudah ada sejak 450.000 tahun AD, berada pada kala pleistosin akhir. Tersebar dari Afrika, lembah sungai Indus, India, Cina dan Asia tenggara. Penjelasan lebih lanjut dianggap tidak penting.

Kaitannya adalah manusia, budaya, sastra, terutama konsep ketahanan pangan pada saat ini.

Hal yang penting bagaimana menempatkan sastra pada tempatnya, dan sastra adalah warisan terdahulu. Saya kira tak mungkin merubah kata dan itu bukan sebagai keyakinan. Perkembangan alur ceritanya tentu mengalami perubahan, mulai dari pra hindu, era kerajaan, era kesultanan, era kolonial, hingga era negara modern sekarang ini.

Bagi kaum mualim, bagaimana supaya kaum muslimin agar tidak terjebak pada kerancuan. Amati gelar tradisi, dan bagaimana upaya meluruskan. Hal ini penting karena kaidah agama, bisa mengarah pada musrik yang tidak disadari, membatalkan syahadatain. Yang saya amati adalah gelar tradisi etnik sunda dengan angklung tetapi prakteknya dengan tata cara islam ketika memanjatkan doa dan bersalawat kepada nabi. Dan pemujaan terhadap dewi padi tidak ada, hanya melanjutkan gelar tradisi budaya saja di sebagian komunitas wilayah etnik.

Dan seterusnya.

Karena manusia sebagai subjek dan penanaman padi sebagai objek, maka berlanjut pada penelusuran masyarakat awal. 14.000-1.000 tahun AD adalah proses mengeringnya danau purba hingga membentuk rawa dan menjadi ladang perburuan kerbau, dan tumbuhan padi dikenal saat itu. Dan cerita sang kuriang bermula disini, bercorak pra hindu.

Sejarah masyarakat Indonesia menyebutkan bahwa dewi sri muncul setelah masyarakat mulai mengenal padi. Diidentikkan bercorak hindu, dengan perkiraan dari dewi sri laksmi, dewi kesuburan, kemakmuran. Peralihan kedudukan dari istri dewa wisnu menjadi dewi padi. Patut diduga terjadi dimasa Tarumanagara, dengan prasasti tugu dengan raja Purnawarman, 395-434. Ia mengidentifikasikan dirinya dengan wisnu.

Pernah menyimak akhir kisah mahabrata di televisi, dikisahkan oleh sarjana Dr. dari India, bahwa setelah berakhirnya perang bratayuda pada 500 AD terjadi los generasi, kekosongan alur cerita. Beliau menduga peralihan ke pulau Jawa. Saya ingat betul ketika beliau menyebut pulau Jawa. Sedangkan kisah mahabrata menginspirasi terbentuknya kerajaan dengan kelengkapannya.

Sementara di India terjadi peralihan penguasa pada 322 AD. Mungkin terjadi persebaran hindu di pesisir barat Sumatra pada tahun itu. Datang ke Jawa bagian barat dahulu, hingga era Majapahit, dan Bali sekarang ini.

Sunda dan Jawa terlahir dari dua pusaran budaya. Dilihat dari struktur genom relatif sama, sedikit perbedaan saja. Begitu juga dengan bahasanya bayak didapati kesamaan.

Hal yang mengherankan di kebudayaan sunda, menurut dugaan pribadi, hindu tidak berpengaruh besar terhadap sistem kepercayaan pra hindu megalitik, dalam arti hanya terjadi akulturasi saja. Ini perkiraan sementara saja jika melihat struktur dari sistem kepercayaan dan tidak pernah mendengar sama sekali ritual membakar jenajah. Tidak ada konsep menyembah patung dan pembuatan candi, dalam arti tidak populer. Hal senada ketika membaca Tarumanagara, didapati penduduknya tidak beragama hindu, dan melembagakannya dengan percandian batujaya di Karawang. Dan juga banyak membaca bahasan bertema era megalitik dan memperkirakan sosiologi dan religinya.

Sejatinya sastra sunda era megalitik itu ada bentuk aslinya persis dimasa itu. Sunda wiwitan diduga bertalian dengan era pra hindu megalitik. Kaitannya adalah ketetapan status hukum kewarganegaraan, konstitusi pasal 29 UUD 45. Akan tetapi bukan sebagai lembaga agama mandiri, melainkan produk budaya pra agama-agama yang berkaitan dengan pencarian nilai-nilai di masa lampau. Tersimpan dalam sastra hingga masa kini, sebagai contoh sasakala gunung tangkuban parahu, diyakini produk era megalitik. Mengisyaratkan hukum dasar perkawinan, mana batasan boleh dan tidak boleh. Dan juga pembentukan bahasa juga terjadi pada masa itu yang kurun waktunya sangat panjang.

Target tulisan ini adalah era megalitik pra kerajaan hindu, karena era itu sangat gelap, tidak ada keterangan. Sangat menggelitik telinga apabila menyebut era animisme dan dinamisme, saya tidak suka dengan sebutan ini karena naluri atas ketuhanan, mendefinikan ketuhanan, hingga mengarah pada Tuhan yang esa, monoteisme berdasarkan arti kata tersebut.

Era megalitik ini pasti penuh dengan sastra, cerita dewi padi yang bercorak hindu itu mungkin sebelumnya sudah ada sebelum diredaksi ulang sebagai produk budaya nusantara era pra kerajaan yang tersebar dari Sumatra hingga Nusa tenggara menggambarkan aktivitas pelayaran laut aktif. Sastra era megalitik pra kerajaan hindu sangat mungkin bercorak hindu jika melihat periode weda di sebrang sana. Sementara kebudayaan lokal terus berlangsung dengan budaya megalitiknya.

Karena kehidupan itu kelahiran berkesinambungan sejak nabi Adam as, maka arus informasi berkesinambungan dalam bentuk bahasa dari orang tua pada anaknya dengan berkelanjutan dan tidak terputus hingga membentuk etnik dan bahasa mandiri. Dalam arti bahwa perjalanan budaya tersebut meninggalkan sastra atau pesan berupa lisan atau media perantara lain.

Kajian tentang penelusuran cerita asal mula padi di Jawa Barat berikut corak kehidupan etnik dan perkembangan bahasa dalam perjalanan sejarah.

Dan seterusnya.

Target selanjutnya adalah semenanjung malaya, kontinen Sumatra, dan etnik melayu terutama dengan proses pembentukan bahasa melayu. Sebagai basis pertukaran kontinen Asia dengan pulau Sumatra dan kepulauan nusantara.