Sejarah Islam

Alhamdulillahirobil-aalamiin.
Segala puji bagi Tuhanku dan karuniakanlah rahmat dan salam kepada Baginda Rasulullah saw.
Saya mohon ampun atas semua kesalahan, amin.

Rasulullah saw.
622-632 M, menyelenggarakan pemerintahan Islam di Madinah sekaligus memberikan contoh kepemimpinan.
Setelah perang Hunayn berakhir, seluruh jazirah Arab bertekuk lutut kepada Rasulullah saw dan tidak ada seorang pun berani berdiri untuk menentangnya. Rasulullah saw memimpin umat Islam di kota Madinah dan menyampaikan risalah Islam hingga ayat penutup di Haji Wada’.

Khulafaur Rasyidin
Sayidina Abu Bakar ra (632-634 M).
Sayidina Umar bin Khotob ra (634-644 M).
Sayidina Usman bin Affan ra (644-656 M).
Sayidina Ali bin Abi Thalib ra (656-661 M).

Kekhalifahan Bani Umayyah di Damaskus, Suriah.
Muawiyah bin Abu Sufyan (661-680 M), Muawiyah bin Abu Sufyan bin Harb bin Umayah bin Abd asy-Syams.
Berkedudukan di Damaskus, Suriah.
Setelah Ali bin Abi Thalib ra mangkat, orang-orang Madinah membaiat Hasan bin Ali namun Hasan bin Ali menyerahkan jabatan kepada Muawiyah bin Abu Sufyan untuk meredam perselisihan.
Bani Umayyah dirujuk kepada Umayyah bin Abd asy-Syams.

Yazid bin Muawiyah (680-683 M).
Muawiyah bin Yazid (683-684 M).
Marwan bin al-Hakam (684-685 M).
Abdul-Malik bin Marwan (685-705 M).
Al-Walid bin Abdul-Malik (705-715 M).
Sulaiman bin Abdul-Malik (715-717 M).
Umar bin Abdul-Aziz (717-720 M).
Yazid bin Abdul-Malik (720-724 M).
Hisyam bin Abdul-Malik (724-743 M).
Al-Walid bin Yazid (743-744 M).
Yazid bin Malik (744 M, selama 6 bulan).
Ibrahim bin Walid (744 M, sangat singkat).
Marwan bin Muhammad bin Marwan bin al-Hakim (744-750 M).

Amir Kordoba
Abdurrahman bin Muawiyyah bin Hisyam bin Abdul-Malik (756-788 M)
Pemerintahan Islam di Andalusia mendeklarasikan pemisahan dengan Khilafah Bani Abbasiyah.

Hisyam (788-796 M).
Al-Hakam (796-822 M).
Abdurrahman 2 (822-852 N).
Muhammad (852-886 M).
Almundzir (886-888 M).
Abdullah bin Muhammad (888-912 M).
Abdurrahman 3 bin fulan bin Abdullah bin Muhammad (912-929 M).

Khalifah Kordoba
Abdurrahman 3 bin fulan bin Abdullah bin Muhammad (929-961 M).
Al-Hakam 2 (961-976 M).
Hisyam 2 (976-1008 M).
Mohammed 2 (1008-1009 M).
Sulaiman 2 (1009-1010 M).
Hisyam 2 (1010-1013 M).
Sulaiman 2 (1013-1016 M).
Abdurrahman 4 (1016-1017 M).

Kekuasaan disela oleh bani Hammudiyah.
Ali bin Hammud an-Nasir (1016-1018 M).
Al-Qasim bin Hammud al-Ma’mu (1018-1021 M).
Yahya bin Ali bin Hammud al-Mu’tali (1021-1023 M).
Al-Qasim bin Hammud al-Ma’mu (1023 M).

Bani Umayyah kembali berkuasa.
Abdurrahman 5 (1023-1024 M).
Muhammad 3 (1024-1025 M).
Hisyam 3 (1025-1031 M).

Perkembangan selanjutnya Kekhalifahan Umayyah di Kordoba menjadi kerajaan-kerajaan kecil hingga terbentuknya negara Kerajaan Spanyol.

Kekhalifahan Bani Abbasiyah di Bagdad, Irak.
Abu al-‘Abbas Abdullah bin Muhammad as-Saffah (750-754 M), Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul-Muththalib bin Hasyim.
Al-Mansur (754-775 M), Abu Jafar Abdullah bin Muhammad al-Mansur.
Al-Mahdi (775-785 M), Muhammad bin Mansur al-Mahdi.
Al-Hadi (785-786 M),
Harun ar-Rasyid (786-809 M),
Al-Amin (809-813 M),
Al-Ma’mun (813-833 M),
Al-Mu’tasim Billah (833-842 M),
Al-Watsiq (842-847 M),
Al-Mutawakkil (847-861 M),
Al-Muntashir (861-862 M),
Al-Musta’in (862-866 M),
Al-Mu’tazz (866-869 M),
Al-Muhtadi (869-870 M),
Al-Mu’tamid (870-892 M),
Al-Mu’tadhid (892-902 M),
Al-Muktafi (902-908 M),
Al-Muqtadir (908-932 M),
Al-Qahir (932-934 M),
Ar-Radhi (934-940 M),
Al-Muttaqi (940-944 M),
Al-Mustakfi (944-946 M),
Al-Muthi’ (946-974 M),
Ath-Tha’i’ (974-991 M),
Al-Qadir (991-1031 M),
Al-Qa’im (1031-1075 M),
Al-Muqtadi (1075-1094 M),
Al-Mustazhir (1094-1118 M),
Al-Mustarsyid (1118-1135 M),
Ar-Rasyid (1135-1136 M),
Al-Muqtafi (1136-1160 M),
Al-Mustanjid Billah (1160-1170 M),
Al-Mustadhi’ (1170-1180 M),
An-Nashir (1180-1225 M),
Azh-Zhahir (1225-1226 M),
Al-Mustanshir (1226-1242 M),

Al-Musta’shim Billah (1242-1258 M), Abdullah bin Mustanshir Billah bin Azh-Zhahir bi Amrillah bin An-Nashir.
Pada tahun 1258 M, tentara Mongol berkekuatan 200.000 orang menyerbu Bagdad sehingga kekuasaan bani Abbasiah di Bagdad, Irak runtuh.

Kekhalifahan bani Abbasiyah di Kairo, Mesir.
Al-Mustanshir 2 (1261-1262 M, selama 3 bulan), Ahmad bin Azh-Zhahir bin an-Nashir.
Al-Hakim (1262-1302 M)
Al-Mustakfi 1 (1302-1340 M)
Al-Wathiq 1 (1340-1341 M)
Al-Hakim 2 (1341-1352 M)
Al-Mu’tadid 1 (1352-1362 M)
Al-Mutawakkil 1 (1362-1383 M)
Al-Wathiq 2 (1383-1386 M)
Al-Mu’tasim (1386-1389 M)
Al-Mutawakkil 1 (1389-1406 M), kembali berkuasa.
Al-Musta’in (1406-1414 M)
Al-Mu’tadid 2 (1414-1441 M)
Al-Mustakfi 2 (1441-1451 M)
Al-Qa’im (1451-1455 M)
Al-Mustanjid (1455-1479 M)
Al-Mutawakkil 2 (1479-1497 M)
Al-Mustamsik (1497-1508 M)

Al-Mutawakkil 3 (1508-1517 M)
Kekhalifaan bani Abbasiyah berakhir pada dirinya dan beralih ke Kekhalifahan bani Utsmaniyah di Turki.

Kesultanan Utsmaniyah di Turki
Osman 1 (1281-1326 M)
Orhan 1 (1326-1359 M)
Murad 1 (1359-1389 M)
Bayezid 1 (1389-1402 M)
Interregnum (1402-1413 M)
Mehmed 1 (1413-1421 M)
Murad 2 (1421-1444 M)
Mehmed 2 (1444-1445 M)
Murad 2 (1445-1451 M)
Mehmed 2 (1451-1481 M)
Bayezid 2 (1481-1512 M)
Selim 1 (1512-1520 M)
Suleiman 1 (1520-1566 M)
Selim 2 (1566-1574 M)
Murad 3 (1574-1595 M)
Mehmed 3 (1595-1603 M)
Ahmed 1 (1603-1617 M)
Mustafa 1 (1617-1618 M)
Osman 2 (1618-1622 M)
Mustafa 1 (1622-1623 M)
Murad 4 (1623-1640 M)
Ibrahim 1 (1640-1648 M)
Mehmed 4 (1648-1687 M)
Sulaiman 2 (1687-1691 M)
Ahmed 2 (1691-1695 M)
Mustafa 2 (1695-1703 M)
Ahmed 3 (1703-1730 M)
Mahmud 1 (1730-1754 M)
Osman 3 (1754-1757 M)
Mustafa 3 (1757-1774 M)
Abd-ul-Hamid 1 (1774-1789 M)
Selim 3 (1789-1807 M)
Mustafa 4 (1807-1808 M)
Mahmud 2 (1808-1839 M)
Abd-ul-Mejid 1 (1839-1861 M)
Abd-ul-Aziz (1861-1876 M)
Murad 5 (1876 M)
Abd-ul-Hamid 2 (1876-1909 M)
Mehmed 5 (1909-1918 M), Resad.
Mehmed 6 (1918-1922 M), Vahideddin.

Abd-ul-Mejid 2 (1922-1924 M), hanya sebagai Khalifah.
Kekhalifahan Utsmaniyah runtuh setelah menerima kekalahan perang dunia 1.
Sejak tahun 1920, Mustafa Kemal Pasha menguasai Istambul dan membentuk Dewan Perwakilan Nasional sehingga terbentuk dua pemerintahan kemudian menentukan konsep negara republik di Turki.

Perkembangan masa kini.

Iklan

One thought on “Sejarah Islam

  1. iwanb86 Penulis Tulisan

    Penulisan ini adalah rintisan. Saya sebagai muslim tentu berkepentingan. Islam sebagai satu lembaga agama samawi. Satu tuhan, satu rasul, satu kitab suci, satu arah kiblat, satu umat. Permasalahan kaum muslimin adalah perbedaan. Beda di jazirah arab dengan syiah dan suni sejak khulafaur-rasyidin, beda di nusantara dengan akulturasi kultur setempat yang sejak dahulu kala menganut paham monoteisme, tuhan yang esa(satu).
    Mencari pengertian dan pemahaman tentang Islam sangat mahal karena tiada sumber keterangan dimasa kini. Kecuali dimasa lampau ketika waktu kecil mendapati kaum ulama yang sudah berusia menggelar pengajian. Apabila memaknai alquran tanpa ilmu maka berakibat salah tafsir/salah faham. Lihat surat at-taubah misalnya, apabila ditafsirkan secara gamlang akan berbahaya. Pemaknaan jihad fisabilillah janganlah dimaknai sempit, mati dalam keadaan menuntut ilmu, mati dalam keadaan mencari rejeki yang halal, mati ketika melahirkan adalah contoh kategori mati dalam keadaan jihad fisabilillah. Dan keadaan peperangan dijaman rasulullah adalah ayat mutlak tentang keadaan jihad fisabilillah. Dan keadaan peperangan merebut kemerdekaan Indonesia dimaknai keadaan jihad fisabilillah. Maka informasi yang benar harus sampai kepada kaum muslimin dimana ajarannya adalah hukum bagi pengikutnya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s