Asal Mula Padi

Pohon padi sudah ada sejak 450.000 tahun AD, berada pada kala pleistosin akhir. Tersebar dari Afrika, lembah sungai Indus, India, Cina dan Asia tenggara. Penjelasan lebih lanjut dianggap tidak penting.

Kaitannya adalah manusia, budaya, sastra, terutama konsep ketahanan pangan pada saat ini.

Hal yang penting bagaimana menempatkan sastra pada tempatnya, dan sastra adalah warisan terdahulu. Saya kira tak mungkin merubah kata dan itu bukan sebagai keyakinan. Perkembangan alur ceritanya tentu mengalami perubahan, mulai dari pra hindu, era kerajaan, era kesultanan, era kolonial, hingga era negara modern sekarang ini.

Bagi kaum mualim, bagaimana supaya kaum muslimin agar tidak terjebak pada kerancuan. Amati gelar tradisi, dan bagaimana upaya meluruskan. Hal ini penting karena kaidah agama, bisa mengarah pada musrik yang tidak disadari, membatalkan syahadatain. Yang saya amati adalah gelar tradisi etnik sunda dengan angklung tetapi prakteknya dengan tata cara islam ketika memanjatkan doa dan bersalawat kepada nabi. Dan pemujaan terhadap dewi padi tidak ada, hanya melanjutkan gelar tradisi budaya saja di sebagian komunitas wilayah etnik.

Dan seterusnya.

Karena manusia sebagai subjek dan penanaman padi sebagai objek, maka berlanjut pada penelusuran masyarakat awal. 14.000-1.000 tahun AD adalah proses mengeringnya danau purba hingga membentuk rawa dan menjadi ladang perburuan kerbau, dan tumbuhan padi dikenal saat itu. Dan cerita sang kuriang bermula disini, bercorak pra hindu.

Sejarah masyarakat Indonesia menyebutkan bahwa dewi sri muncul setelah masyarakat mulai mengenal padi. Diidentikkan bercorak hindu, dengan perkiraan dari dewi sri laksmi, dewi kesuburan, kemakmuran. Peralihan kedudukan dari istri dewa wisnu menjadi dewi padi. Patut diduga terjadi dimasa Tarumanagara, dengan prasasti tugu dengan raja Purnawarman, 395-434. Ia mengidentifikasikan dirinya dengan wisnu.

Pernah menyimak akhir kisah mahabrata di televisi, dikisahkan oleh sarjana Dr. dari India, bahwa setelah berakhirnya perang bratayuda pada 500 AD terjadi los generasi, kekosongan alur cerita. Beliau menduga peralihan ke pulau Jawa. Saya ingat betul ketika beliau menyebut pulau Jawa. Sedangkan kisah mahabrata menginspirasi terbentuknya kerajaan dengan kelengkapannya.

Sementara di India terjadi peralihan penguasa pada 322 AD. Mungkin terjadi persebaran hindu di pesisir barat Sumatra pada tahun itu. Datang ke Jawa bagian barat dahulu, hingga era Majapahit, dan Bali sekarang ini.

Sunda dan Jawa terlahir dari dua pusaran budaya. Dilihat dari struktur genom relatif sama, sedikit perbedaan saja. Begitu juga dengan bahasanya bayak didapati kesamaan.

Hal yang mengherankan di kebudayaan sunda, menurut dugaan pribadi, hindu tidak berpengaruh besar terhadap sistem kepercayaan pra hindu megalitik, dalam arti hanya terjadi akulturasi saja. Ini perkiraan sementara saja jika melihat struktur dari sistem kepercayaan dan tidak pernah mendengar sama sekali ritual membakar jenajah. Tidak ada konsep menyembah patung dan pembuatan candi, dalam arti tidak populer. Hal senada ketika membaca Tarumanagara, didapati penduduknya tidak beragama hindu, dan melembagakannya dengan percandian batujaya di Karawang. Dan juga banyak membaca bahasan bertema era megalitik dan memperkirakan sosiologi dan religinya.

Sejatinya sastra sunda era megalitik itu ada bentuk aslinya persis dimasa itu. Sunda wiwitan diduga bertalian dengan era pra hindu megalitik. Kaitannya adalah ketetapan status hukum kewarganegaraan, konstitusi pasal 29 UUD 45. Akan tetapi bukan sebagai lembaga agama mandiri, melainkan produk budaya pra agama-agama yang berkaitan dengan pencarian nilai-nilai di masa lampau. Tersimpan dalam sastra hingga masa kini, sebagai contoh sasakala gunung tangkuban parahu, diyakini produk era megalitik. Mengisyaratkan hukum dasar perkawinan, mana batasan boleh dan tidak boleh. Dan juga pembentukan bahasa juga terjadi pada masa itu yang kurun waktunya sangat panjang.

Target tulisan ini adalah era megalitik pra kerajaan hindu, karena era itu sangat gelap, tidak ada keterangan. Sangat menggelitik telinga apabila menyebut era animisme dan dinamisme, saya tidak suka dengan sebutan ini karena naluri atas ketuhanan, mendefinikan ketuhanan, hingga mengarah pada Tuhan yang esa, monoteisme berdasarkan arti kata tersebut.

Era megalitik ini pasti penuh dengan sastra, cerita dewi padi yang bercorak hindu itu mungkin sebelumnya sudah ada sebelum diredaksi ulang sebagai produk budaya nusantara era pra kerajaan yang tersebar dari Sumatra hingga Nusa tenggara menggambarkan aktivitas pelayaran laut aktif. Sastra era megalitik pra kerajaan hindu sangat mungkin bercorak hindu jika melihat periode weda di sebrang sana. Sementara kebudayaan lokal terus berlangsung dengan budaya megalitiknya.

Karena kehidupan itu kelahiran berkesinambungan sejak nabi Adam as, maka arus informasi berkesinambungan dalam bentuk bahasa dari orang tua pada anaknya dengan berkelanjutan dan tidak terputus hingga membentuk etnik dan bahasa mandiri. Dalam arti bahwa perjalanan budaya tersebut meninggalkan sastra atau pesan berupa lisan atau media perantara lain.

Kajian tentang penelusuran cerita asal mula padi di Jawa Barat berikut corak kehidupan etnik dan perkembangan bahasa dalam perjalanan sejarah.

Dan seterusnya.

Target selanjutnya adalah semenanjung malaya, kontinen Sumatra, dan etnik melayu terutama dengan proses pembentukan bahasa melayu. Sebagai basis pertukaran kontinen Asia dengan pulau Sumatra dan kepulauan nusantara.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s