catatan angin sepoi 1

Bahasa adalah kemampuan untuk memperoleh dan menggunakan sistem yang kompleks dari komunikasi pada manusia, berupa tutur kata dan aksara, dan simbol-simbol lain seperti sandi dan isyarat, rambu-rambu, dan media pendukung lainnya seperti pos, surat elektronik, rekaman suara dan gambar visual multimedia seperti lagu, film dan lain-lain, dan  kumpulan logis yang kompleks dalam permainan catur mungkin termasuk bahasa logika.

Dalam konsep umum bahasa adalah kemampuan kognitif, kemampuan memecahkan simbol apa yang didengar dengan seketika dan kemampuan menuturkan kata kepada lawan bicara sehingga terjalin komunikasi tanpa benturan nilai. Maka kaidah teks bahasa Indonesia menjadi penting karena plural.

Pengembangan sistem bahasa yang tepat dan sistem komunikasi secara signifikan, dalam arti benar, jelas dan tepat. Bahasa berkembang menjadi kajian ilmu dan juga mencakup etnik, nasional, dan internasional. Dan sangat kentara dengan sejarah bila menelusuri pembentukan bahasa. Prakiraan cuaca menyatakan bahwa suatu hari nanti bahasa etnik akan pudar digantikan bahasa modern, dan cara-cara tradisional digantikan cara modern.

Suatu hari pernah mengutip berakhirnya jaman es, berdasarkan kajian geologi dimana Sumatra, Kalimantan dan Jawa terhubung dengan kontinen Asia. Hipotesanya adalah etnik tersebut dahulunya satu kawasan dan terpisah karena naiknya permukaan laut. Untuk sementara belum terbukti kebenarannya, tetapi ilmuwan bersepakat bahwa permukaan laut pada saat itu adalah lebih dari 100 m dibawah permukaan laut sekarang.

Mengukur periode sejarah. Periode jaman es. 6000 SM adalah era nabi Nuh as, dengan masa hidup mencapai 1000 tahun. Mengutip dari teknologi.news.viva menuliskan, peneliti arkeologi menelusuri laut kaspia dengan menggunakan robot dengan pengendali jarak jauh untuk mencari jejak nabi Nuh as. Pada 12.000 tahun dunia terselimuti es. Kemudian gletser mencair pada saat temperatur Bumi semakin menghangat pada 5600 SM, ini yang menjadi sebab terjadinya  banjir besar di jaman nabi Nuh as. 2000 SM adalah era nabi Ibrahim as, 1500 SM adalah era nabi Musa as, dan 1000 SM adalah era nabi Sulaiman as.

Kisah bahtera Nuh as sangat populer bagi pelaut Indonesia, dan penulisan fase waktu adalah untuk mengukur persebaran penutur austronesia yang luas itu dan kaitannya dengan penggunaan perahu. Karena target tulisan ini adalah suku Melayu maka saya berupaya mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan itu.

Menurut pakar genetika menyatakan bahwa usaha membagi manusia dalam kelompok ras adalah usaha sia-sia. Kemudian meninjau ulang tentang pengertian ras di masa lampau. Eropa yang menjalin hubungan dengan bangsa lain di dunia mendapati perbedaan yang serius dari jasmani, bahasa dan adat kebiasaan yang beragam. Terlebih lahirnya teori evolusi darwin maka kelakuannya semakin meradang, terjadi perbudakan hingga terjadi perang dunia 2. Dan periode itu juga melahirkan cabang ilmu-ilmu termasuk antropologi dan rumpun bahasa.

Saat ini para ilmuwan merumuskan kembali dengan menyebut kelompok etnik pada kelompok yang mengidentifikasikan dirinya berdasarkan kepercayaan mereka mengenai budaya dan sejarah bersama. Ungkapan ras manusia lahir dari konsep sosial dan bukan dari konsep ilmiah. Lihat antropologi di wikipedia, antropologi lahir karena penjelajahan dunia. Mereka mencatat semua hal yang didapati dan mendeskripsikan bangsa-bangsa di dunia. Kemudian menjadi perhatian kaum pelajar dan menjadi kajian ilmiah, termasuk kajian rumpun bahasa. Saya kira bahasan pada kajian rumpun bahasa sudah usang, tak usah ditanggapi lagi. Teori melayu proto dan melayu deutro tidak diakui oleh arkeolog.

Penelusuran suku melayu tertuju pada semenanjung Malaka dan Sumatra. Apa kaitannya dan bagaimana hubungannya. Secara umum di Sumatra terdapat kelompok etnik Aceh, Batak, Minang, dan Melayu. Yang menjadi rancu adalah penyebaran yang sangat luas hingga mencapai vietnam dan tidak menjelaskan riwayatnya. Melayu di Malaysia diketahui bahwa melayu dipopulerkan sebagai identitas dirinya oleh kesultanan Malaka, sebelum kedatangan Portugis. Kemudian para sejarawan bersepakat bahwa semenanjung Malaka identik sebagai wilayah masyarakat Melayu. Kesimpulannya adalah dua masyarakat mempunyai identitas nama yang sama dan bahasa yang sama, dalam arti mengalami pemudaran dan penyerapan atau migrasi dari Sumatra ke semenanjung Malaka dan sebaliknya dan proses migrasi yang berkesinambungan dalam rentang waktu yang panjang. Dan penggunaan nama melayu sangat rancu dimasa kolonial.

Melayu di Indonesia, Riau diduga telah dihuni sejak pleistosen akhir setelah penemuan alat-alat di aliran sungai Sengingi di Kuantan Sengingi, Riau sebagai tanda arkeologi. Mengungkapkan riwayat kerajaan Melayu, mengidentitaskan dirinya orang Melayu dan mengembangkan bahasa Melayu. Keberadaan Sriwijaya bertanggung jawab atas pengembangan bahasa Melayu dan juga ekspansi wilayah sehingga tersebarnya orang Melayu di semenanjung Malaka, Thailan, Vetnam, dan Kalimantan.

Kepentingan saya adalah mengidentikkan suku Melayu, pembentukan bahasa, dan perbandingan bahasa antar etnik, dan bahasa Indonesia itu sendiri.

Arti negara menurut pembentukan bahasa. Saya menduga bahwa kata negara diambil dari tarumanagara, kata nagara diserap dan diidentikkan sebagai state di masa lampau. Pengertian secara signifikan adalah air danau purba yang tarum pada 2000-1000 SM, membentuk aliran sungai citarum hingga bermuara ke laut. Tarumanagara adalah taruma=tarum, na=ke, gara=laut. Dan artikulasi tarumanagara sepadan dengan nama bebel pada pelabuhan Bebel, Pekalongan. Dan letak posisi di Karawang setara dengan letak posisi pelabuhan Sunda Kelapa, yaitu hilir sungai dan muara laut. Tradisi Jawa juga hingga saat ini menyebut negoro dalam kalimat “negoro de e”, padahal saya mengingat kata segoro yang pada waktu itu kami berada di tengah laut. Sagara dan segoro adalah sama dan identik. Negoro dalam kaidah bahasa Jawa, ne menunjukkan disana dan disini, sedangkan na menunjukkan ke tempat. Ini hanya dugaan saja, tetapi saya menaruh curiga pada kedekatan nama yaitu segara atau laut.

Untuk merekonstruksikan bahasa Melayu tentu merujuk pada bahasa sanskerta, yang diduga sebagai rujukan dari bahasa-bahasa etnik pra Sriwijaya. Hipotesanya adalah telah terjadi pemudaran dan serapan pada kata “laut”. Laut adalah kata kunci, dan pelayaran laut adalah aktivitas signifikan ribuan tahun.

Bahasa sanskerta adalah bahasa klasik India, bahasa ini muncul sebagai bahasa weda, terkandung dalam regveda bertarikh 1700 SM, adalah sebuah turunan dekat bahasa Proto Indo Iran. Cerita terkait dengan ini adalah kisah Ramayana. Sri Rama diidentikkan berasal dari lembah Indus melakukan ekspansi ke India pada 1700 SM. Sedangkan kisah Mahabrata pada 500 SM.

Aksara Brahmi menjadi kunci perkembangan modern sejak 300 SM mencakup India, Asia tenggara, Asia timur, dan Nusantara.

Aksara Pallawa adalah pengembangan dari aksara Brahmi, digunakan pada masa Tarumanagara dan Kutai.

Aksara Kawi adalah pengembangan dari aksara Pallawa, digunakan setelah masa Tarumanagara dan Kutai, periode kerajaan di Nusantara.

Periode kesultanan dengan aksara Arab.

Periode kolonial dengan Alfabet.

Era modern RI adalah bahasa baku dan ejaan yang disempurnakan.

Dari penyusunan tulisan ini tercium aroma pelayaran laut pra kerajaan sehingga menghasilkan bahasa Ausro sebelum penggunaan bahasa Melayu yang digunakan para pelaut sebagai alat interaksi dan penggunaannya dicirikan banyak kesamaan kata dan merata di pelosok Nusantara. Betapa tidak, kekayaan laut berupa ikan yang melimpah tentu sangat menggoda dan ekosistem laut masih terpelihara. Dengan perahu sampan bercadik dengan layar sebelum era perahu pinisi. Setidaknya terjadi perkawinan penduduk antar pulau-pulau kecil, sedangkan era perdagangan belum terjadi.

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s