catatan angin sepoi 7

Bahwa catatan ini bersifat bunga rampai, dengan tema relatif sama sesuai dengan bacaan surat kabar lokal, petikan wawancara dari Laksamana Ade Supandi, Kepala Staf Angkatan Laut ke-25.

Ketika Kerajaan Pajajaran runtuh, kala itu Prabu Siliwangi mengeluarkan Uga Wangsit Siliwangi, beberapa bagian isinya menyatakan siapa yang ingin ikut denganku (Prabu Siliwangi) silahkan memisahkan diri ke selatan, ingin kembali ke kota silakan ke utara, ingin ikut penguasa mendekatlah ke timur, jika tidak ikut siapa siapa silakan memisahkan diri ke barat.

Apa relevannya kutipan tersebut? Hal itu bagaimana menterjemahkannya saja. Untuk kehidupan modern tak ada relevan sama sekali dan mitos Prabu Siliwangi bagaikan bola liar yang merugikan, beredar dari mulut ke mulut tanpa ada nilai kebenarannya.

Terdeteksi bahwa Prabu Siliwangi yang di maksud adalah Prabu Surya Kencana (1567-1579), dan Pajajaran runtuh pada 1579. Jadi bukan Jayadewata yang bergelar Sri Baduga Maharaja (1482-1521) pendiri Pajajaran.

Maulana Hasanuddin (1526-1570), ialah yang bergerak dari Cirebon yang kemudian membentuk perkampungan persinggahan di Jatiragas Hilir, menuju Banten. Sedangkan pelaku serangan adalah Maulana Yusuf (1570-1585). Ini belum periode VOC melainkan periode Portigis dan Spanyol.

Yang ke selatan adalah orang Jampang atau pesisir selatan kalau boleh menduga, kaitannya adalah kemungkinan mitologi yang berkembang di wilayah itu dan terpeliharanya perkampungan tua. Yang ke utara adalah orang Sundakalapa atau pesisir utara sebelum terbentuknya penyebutan suku Betawi era Batavia. Yang ke timur adalah yang bergabung ke Sumedanglarang. Dan yang ke barat adalah orang Baduy yang terdeteksi hingga saat ini.

Bahwa kajian sejarah itu harus sepenuhnya saya kira, daripada termakan mitologi yang menyasatkan dan merugikan. Pajajaran adalah monumental wilayah  Tatar Sunda, ada rasa kebanggaan walaupun akhirnya runtuh. Mitologi Siliwangi tidak sepenuhnya merugikan, dalam hal lain semangat Siliwangi membakar semangat juang laskar Siliwangi hingga terbentuk divisi Siliwangi hingga sekarang. Dan maung bandungnya persib dengan Siliwangi adalah sama dan identik.

Menurut kalangan Islam fanatik, Siliwangi itu kapir. Tetapi menurut mitos orang Karawang bahwa Jayadewata masuk Islam kepada seh Quro. Yang jelas adalah dari sinilah mula agama Islam menyebar di tatar Sunda, yang sebelumnya penganut Hindu.

Saya kira saya berhak berbicara tentang suku dan agama. Korelasinya adalah bahasa, pengertian, sifat diri, dan tipikal orang Sunda yang sangat dipengatuhi oleh mitologi. Dan mitologi Siliwangi sangat menyesatkan dalam arti siliwangi yang mana orangnya, dan apa iya Prabu Surya Kencana menjadi macan.

Dan selanjutnya simak tulisan yang sangat menarik pada Minggu, 11 September 2016 halaman 8.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s