catatan angin sepoi 8

Memperhatikan peristiwa saat ini sangat merisaukan.

Semoga apa yang saya tuliskan tidak tersangkut pasal SARA. Sesungguhnya persoalan SARA bersifat resycle dari dulu dan mungkin hingga nanti. Maka siapa lagi kalau bukan negara yang memikirkan hal ini dengan mempertegas hukumnya mana yang halal mana yang harom. Dan menerapkan hukumnya dengan diberitahukan sehingga mengerti dengan jelas dan dipatuhi.

Pertanyaannya tentang Islam di Indonesia. Bahwa Indonesia negara Pancasila sudah tepat sejak berdiri hingga kini, dimana pengakuan atas agama yang diikuti dan pengakuan atas religi lokal setempat yang diikutinya yang sudah berlaku sejak dahulu kala dan ateisme tidak diijinkan. Tetapi harus diingat rumusan pertama sehingga direvisi dan disahkan. Mungkin untuk suatu hari nanti dipertimbangkan yang kaitannya dengan persoalan Islam di Indonesia dan bagaimana penerapan hukum negara.

Jika mengingat apa yang telah saya baca, tersebarnya Islam di pulau Jawa adalah momentum dari sumpah palapa ketika penaklukan Samudra Pasai kemudian melakukan penawanan dan mempekerjakannya. Ini belum berarti fakta sejarah tetapi kemungkinan ini sangat signifikan. Yang hingga kini bisa diamati dari seseorang dari orang Jawa yang mirip keturunan orang Aceh. Kemudian fase walisongo hingga berdiri Kesultanan Demak dan Cirebon. Dan persebaran Islam di Tatar Sunda secara menyeluruh berpangkal dari Sunan Gunung Jati yang notabene cucu dari Prabu Jaya Dewata yang selanjutnya meruntuhkan Pajajaran. Ini alur cerita yang umum yang dapat diterima tentang tersebarnya Islam di Tatar Sunda yang berlangsung hingga kini. Bahasan tentang ini selesai.

Tetapi saya lebih tertarik pada kepurbakalaan yang apabila dalam permainan catur adalah chess opening hingga win.

Dengan memperdalam arti sunda bukan berarti anti terhadap suku-suku lain. Konsep kesundaan sekarang adalah Sunda sekarang bagian dari Republik, bahkan pusat Republik itu berada di Tatar Sunda. Apakah Jakarta bukan Tatar Sunda? Enak saja.

Catatan tambahan per 24 Nopember.

Mengkonfirmasi apa yang saya catat, bahwa Jakarta sekarang ini adalah bentuk metamorfosa hingga sekarang ini dengan masyarakatnya yang polikultur.

Saya ingin berkata bahwa Jakarta, Bekasi dan Karawang adalah situs Tarumanagara. Nama Bekasi terbentuk pada masa itu. Suatu hari mendengar berita banjir di Bekasi yang katanya aliran sungai Citarum, maka Bekasi layak diduga sebagai tempat situs Sundapura. Hal ini penting karena nama Sunda berpangkal dari situ dalam arti catatan tertulis  paling awal yang ada.

Tarumanagara sangat penting sebagai pintu peradaban baru di Nusantara, keberlangsungan terus berputar, resycle, berlanjut ke masa Sriwijaya dan Mataram hingga Republik Indonesia sekarang ini.

Bahwa catatan ini berpangkal pada aksi demo 4 Nopember. Setiap hari saya pantau siaran berita. Saya berpendapat bahwa Buni Yani bertingkah salah. Jika saya membaca status facebook dia dengan model begitu tentu tersinggung. Saya mengingatkan Surat al-Falak ayat 5. Dalam arti bila terjadi aksi demo 2 Desember nanti, masa yang sangat besar itu sangat berbahaya apabila terprovokasi.

Kembali kepada kajian purbakala, bahwa bangsa Indonesia atau austronesos sudah ada sejak dahulu kala. Tanda-tandanya adalah perhatikan internasional dengan antar nusa, sanghiang dengan sun-Inggris dan asySyamsu-Arab.

Tanda-tanda bangsa Afrika datang ke nusantara dari keberadaan pohon kitambleg dan ikan mujaer. Atau buah perdagangan dari pelayaran orang nusantara. Terlebih keberadaan situs gunung padang, maka pendapat keberadaan sejak dulu kala bukan isapan jempol. Tetapi bahasan tentang Sundaland dan manusia purba adalah terlalu jauh jika mengingat teori banjir Nuh 6000 SM. Ini adalah persoalan bagaimana merajut kebangsaan Indonesia.

Khusus bagi kaum muslimin atau pelajar muslim, perdalamlah kajian tauhid untuk bekalmu jika berminat membaca macam tulisan begini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s