catatan angin sepoi 9

Berada di titik jaman manakah sekarang ini? Berita internet menyatakan, dari Abu Huraira ra, Rasulullah saw bersabda: “Hari kiamat tidak akan terjadi sampai apabila Sungai Efrat menjadi surut airnya sehingga nampaklah perbendaharaan emas darinya. Banyak orang-orang yang berada disitu berperang untuk memperebutkannya. Maka terbunuhlah sembilan puluh sembilan dari seratus orang yang berperang. Dan masing-masing yang terlibat dalam peperangan itu berkata, “Mudah-mudahan akulah orang yang selamat itu”. Sumber dari id wiki. Mungkin ini sangat signifikan keadaan saat ini.

Jika melihat masa lampau maka apa salahnya memikirkan masa yang akan datang. Melihat keadaan sekarang ini adalah muslim radikal yang berafiliasi dengan ISIS harus dipandang sebagai ancaman serius, terutama menjelang demo 212.

Pandangan saya tentang jihad adalah ketika bung Tomo berseru untuk berjihad adalah langkah betul dan semua berseru merdeka atau mati. Ini bentuk jihad yang nyata dilakukan para pejuang merebut kemerdekaan, yang notabene adalah kaum muslimin mayoritas.

Tetapi apa yang ada di benak teroris sekarang ini, bagaimana pengertianmu tentang jihad terlebih membawa simbol Islam. Ini harus menjadi bahasan kita bersama dan bagamana supaya menyudahinya. Harus diingat bahwa ini bersifat resycle dan faham terus bergulir.

Sementara Indonesa adalah sumber tambang mineral dan minyak yang belum tergali. Maka abad ini adalah periode penting alur perjalanan sejarah bangsa. Apakah yakin kehidupan akan berlangsung seribu tahun lagi, sementara dunia mengalami ledakan penduduk. Bahasan selesai, kurang lebih sama dengan apa yang dikatakan panglima maka masa depan menyimpan potensi ancaman besar dari luar dan dalam, terlebih bila pengertian dari masyarakatnya yang jomplang dan juga kekayaannya dikuasai sekelompok orang saja.

Maunya sih bicara soal ekonomi, tetapi namanya ekonomi adalah pasang surut, bisa stabil, bangkrut, bahkan kehidupan rumahtangga bercerai berai, bisa juga bangkit lagi dan memulai hidup baru. Tentu kehidupan yang sedang berlangsung adalah riil dan hari esok adalah harapan. Ini mendekati pengertian fix tentang ekonomi, apakah kamu beruntung atau sedang merugi sehingga terjadi persaingan tidak sehat, perebutan kekuasaan atau jalan tol menjadi bangku rebutan.

Maka disinilah perlunya hukum. Pertegas lagi bagaimana ekonomi pancasila itu. Nu lapar lapar nu seubeuh seubeuh.

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s