catatan angin sepoi 5

Penelusuran arti kata Sunda. Morfem sunda adalah metamorf dalam perjalanan waktu di pulau Jawa. Ada morf yang signifikan, yaitu ingsun dan undakan. Artinya saya naik ke puncak gunung memuja bersembahyang kepada Tuhan. Masyarakat Sunda dahulu umumnya berorientasi ke puncak gunung dahulu kemudian menyusuri hingga ke laut. Sebagai tanda adalah situs gunung Padang per 4700 SM. Pertanyaannya adalah apakah morfologi sama antara dahulu dan sekarang. Dahulu mana dengan Jawa. Morfem jawa lebih dekat dengan jiwo, kemudian menjadi jowo.

Arti kata sampura sun adalah saya menghampiri dan rampes adalah berpasangan. Pertanyaannya sejak kapan digunakan dan kapan peralihan menjadi punten dan mangga. Sampura bermetamorf menjadi sampeur, nyampeur, nyampeuran, menghampiri, sindir sampir. Sun lebih cocok dengan ingsun. Rampes bermetamorf menjadi rampasan dalam arti berpasangan antara tamu dan tuan rumah dalam bahasa Sunda. Rampasan dalam bahasa Melayu adalah rebutan.

Saya menempatkan diri sebagai seorang muslim. Perlu pemahaman dari kalangan agama seperti habib Riziek untuk mengidentikkan simbol etnik dan morfologinya. Memang saya akui konsep agama dan konsep sosial monokultur etnik terdapat ada yang tidak sejalan dengan dalih tradisi budaya. Saya melihat dengan jelas di televisi perbuatan musrik dari sekelompok orang yang berkunjung ke gunung Padang dengan membawa simbol seorang muslim. Opsinya adalah apakah mereka sengaja atau tidak tahu. Maka memberikan pengertian kepada mereka adalah hal yang sangat baik agar mengetahui batas. Dan memecahkan simbol-simbol morfem.

Sebagai contoh simbol morfem klasik. Ratna dumelah nu mepet sanghiyang ka lampet, meneng-meneng ku si pada meneng, masing iya masing kedep, ratuning manusa kabeh. Terdeteksi bahasa Sunda tetapi tidak dapat diterjemahkan g-translat. Perkiraan dari era Pajajaran dan sudah beredar sebelumnya. Ada nilai yang tinggi dalam kalimat tersebut tentang ketuhanan sebelum era Islam dan kalimat tidak dirubah tetapi ditambahkan kalimat tauhid semasa Sunan Gunung Jati.

Era Islam yang signifikan adalah semasa Syekh Quro pada 1418 M dan Sunan Gunung Jati, dikatakan semua wilayah tatar Sunda memeluk Islam atas jasa Sunan Gunung Jati. Kemudian era kesultanan Cirebon dan Banten, kerajaan Sumedang Larang, dan daerah Karawang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s